Pisah Sambut Pejabat dan Staf Kecamatan Berbah

BERBAH, 18/1/2013 – Kecamatan Berbah menyelenggarakan acara  pisah sambut bagi pejabat dan staf yang mendapat SK Mutasi tertanggal 20 Desember 2012. Mutasi pejabat dan staf Kecamatan Berbah yang keluar, masing-masing adalah Wildan Solichin, S.IP., MT. dari posisi Sekretaris Kecamatan Berbah promosi menjadi Camat Tempel, Rohmiyanto, AP. dari posisi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Berbah dimutasi menjadi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Mlati, dan Sukarno, SH. dari posisi staf Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Berbah dimutasi menjadi staf di Satpol PP Kabupaten Sleman.

Atas kekosongan sejumlah posisi tersebut, sejumlah pejabat dan staf baru yang masuk di Kecamatan Berbah masing-masing adalah Sekretaris Kecamatan dijabat oleh Dra. Tina Hastani, MM. yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Sleman, Kepala Seksi Pemerintahan dijabat oleh Walyono, S.IP. yang sebelumnya menjadi staf Seksi Pemerintahan Kecamatan Kalasan, sementara staf Seksi Ketentraman dan Ketertiban adalah FX. Gatot Dharmawan yang sebelumnya menjadi staf di DPKAD Kabupaten Sleman.

Acara yang diselenggarakan di RM. Mataram Indah ini dihadiri oleh Muspika, Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Kepala Bagian Pemerintahan dari desa se Kecamatan Berbah, UPK PNPM Mandiri Perdesaan, dan segenap karyawan/karyawati Kecamatan Berbah. Drs. Iriansya selaku Camat Berbah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat bertugas di tempat yang baru bagi pejabat dan staf yang mutasi keluar Berbah, sekaligus mengucapkan selamat bergabung bagi keluarga baru Kecamatan Berbah. Pesan dan kesan dari unsur desa di wakili oleh Kepala Desa Kalitirto.

Lahar Dingin Menerjang Gronjong

Musim hujan dipenghujung tahun ini sangat istimewa, lahar dingin yang masih menumpuk dapat mengakibatkan kerusakan. Lahar dingin kini telah menerjang gronjong di wilayah Ngerdi, Koroulon, Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Dinas PUP Kab. Sleman akan memperbaikinya dalam waktu dekat.

 

BMD Juarai Kompetisi Roket Air

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) yang ke-16, Kementrian Ristek RI bekerja sama dengan UGM Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Tingkat SMP Kabupaten Sleman, Kamis 28 Juli 2011 berlokasi di Lapangan Denggung, Sleman. Acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Sleman ini diikuti oleh 13 tim yang terdiri dari, 3 tim dari SMP Budi Mulia II, 5 tim dari SMP Negeri 4 Pakem, dan 5 tim dari SMP Muhammadiyah 3 Depok.
Turut hadir dalam acara ini Syahrial Anas dari Kementrian Ristek RI, Dra. H. Nogati Sri Karyati, Ms. selaku staf ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, tim dari UGM Yogyakarta, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Sleman. Dalam sambutannya, Dr. Khasani dari tim UGM mengatakan, Sleman adalah Kabupaten pertama yang menyelenggarakan kompetisi roket air ini. Segera setelah ini akan diikuti oleh 4 kabupaten lain serta Kota Yogya.
Tujuan dari diadakannya kompetisi ini adalah untuk menanamkan semangat belajar sambil bermain yang dapat menumbuhkan motivasi di lingkungan pelajar SMP dalam hal inovasi teknologi serta menumbuhkan kreatifitas dan sportivitas pelajar. Disamping itu, hasil dari kompetisi roket air skala kabupaten ini juga sebagai prasyarat untuk dapat maju ke tingkat nasional dan internasional. Sejalan dengan itu, dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Dra. H. Nogati Sri Karyati, Ms. selaku staf ahli bidang Ekonomi dan Keuangan juga mengungkapkan Roket Air merupakan salah satu wujud dan media untuk mengasah, serta menyalurkan kreatifitas para siswa. Melalui media roket air, banyak hal yang bisa dipelajari seperti hukum alam, pelajaran sains, aerodinamika dan sebaganya. Siapapun yang ingin mengembangkan roket air, maka banyak metode dan desain roket air yang bisa dibuat, dengan demikian akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya.
Meskipun sebuah roket tampak rumit dan di dalamnya penuh komponen canggih, ternyata prinsipnya sederhana. Bahkan bisa dibuat dari botol plastik bekas minuman dan menggunakan air sebagai bahan bakar. Dari kompetisi roket air ini, diharapkan para siswa bisa tertantang untuk berkreasi dan berinovaasi lebih besar lagi. Bukan tidak mungkin, dari berkreasi dengan roket air, di masa depan, para siswa ini akan menghasilkan roket yang sesungguhnya, yang memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.
Selama berlangsungnya acara, peserta tampak bersemangat mengikuti setiap kegiatan kompetisi. Akhirnya kompetisi ini berakhir dengan hasil, Juara I tim 11 dari SMP Budi Mulia II, Juara II tim 13 dari SMP Muhammadiyah 3 Depok, Juara III tim 12 dari SMP Budi Mulia II. Hasil juara ini akan dikirimkan ke tingkat pusat di Jakarta pada bulan Oktober mendatang.

Beras Hitam Mulai Di Budidayakan Petani Seyegan

Beras merah atau beras putih sudah sangat sering kita konsumsi. Namun bagaimana dengan beras hitam ? Mungkin ada pembaca yang baru mendengar bahwa ada beras hitam. Saat ini petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sarana Makmur di Mbarak, Margoluwih, Seyegan mulai mengembangkan beras hitam varietas Cempo Ireng. Untuk mengetahui seluk beluk budidaya beras hitam varietas Cempo Ireng, simak tulisan berikut.

Ditangan Kreatif, Daun Sirihpun Jadi Keripik

Bu Puji warga Sumberwatu, Sambirejo, Prambanan cukup jeli dalam memanfaatkan dauan tanaman sebagai bahan makanan. Aneka dedaunan yang biasanya hanya untuk sayur dan obat-obatan, ternyata dapat menjadi aneka keripik yang memiliki nilai eknomis yang tinggi.