Perangkat Desa di Kecamatan Berbah Ikuti Pembinaan dan Pengawasan Terhadap Perangkat Desa

Sebanyak 50 orang perangkat desa dan kades mengikuti pembinaan dan pengawasan terhadap kades dan perangkat desa, Senin 11 Maret 2019 di pendopo Kecamatan Berbah. Pembinaan dipimpin langsung oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT dengan narasumber dari Kabid Aparatur  dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Agung Endarta, S.Sos., MPA dan pendamping desa, Tunggul Dohardo Jusuf Ronny, SS.

Dalam sambutannya Camat Berbah mengharapkan agar dalam pengelolaan keuangan desa, perangkat desa senantiasa mengedepankan kehati-hatian mengingat banyak pihak yang melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa tersebut. Selain itu, juga harus dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Camat juga menyampaikan bahwa dana desa tahap I yang sudah masuk di rekening desa segera dilaksanakan. Mengingat pada bulan Maret akan dicairkan dana desa tahap II dengan syarat laporan realisasi penyerapan dana desa tahun 2018.

Sedangkan narasumber Agung Endarta menyampaikan materi mengenai  pilkades di tahun 2019 akan dilakukan secara e-voting sehingga masyarakat tidak melakukan pencoblosan pada kertas suara namun hanya menyentuh layar sentuh (touchscreen) yang telah disediakan di TPS. Jumlah TPS untuk e-voting adalah sama dengan jumlah TPS pencoblosan dengan kertas suara.

Selanjutnya pada sesi tanya jawab, Sekdes Sendangtirto, Herman Padiyanto menanyakan kapan Raperda pengisin perangkat desa disahkan karena Sendangtirto terdapat kekosongan jabatan Dukuh Dawukan dan Kasie Pemerintahan. Jika kekosongan jabatan tersebut terlalu lama dikhawatirkan akan menganggu jalannya pemerintahan Desa Sendangtirto. Agung Endarta  menyampaikan bahwa Raperda pengisian perangkat daerah sudah dievaluasi di tingkat propinsi untuk selanjutnya akan dilakukan revisi sesuai dengan evaluasi tersebut. Mengingat Raperda tersebut merupakan inisiatif dari DPRD maka keputusan sepenuhnya kemudian berada di tangan DPRD. Sementara Dukuh Sumber Kulon menanyakan jika seorang dukuh ingin mengikuti seleksi jabatan perangkat desa yang lebih tinggi apakah diharuskan mengundurkan diri. Agung Endarta menjelaskan bahwa untuk mengikuti seleksi jabatan tersebut tidak perlu mengundurkan diri namun perlu ijin dari kepala desa.  Jika memang nantinya lolos seleksi maka harus mengundurkan diri. ***