“Gentong Banyu” di Demangan Dorong Warga Untuk Terapkan PHBS

Segenap jajaran aparat pemerintah kecamatan beserta Muspika Kecamatan Berbah serta para kepala UPT mengikuti gotong royong rutin “Gentong Banyu” di padukuhan Tangkisan Demangan, Kalitirto, Jumat 29 Maret 2019. Dipilihnya padukuhan Demangan ini dikarenakan di wilayah padukuhan tersebut banyak warga yang terjangkit demam berdarah.

Selain gotong royong, petugas jumantik (juru pemantau jentik) juga berkeliling mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan jentik di kamar mandi, serta tempat penampungan air lainnya. Di wilayah kecamatan Berbah terdapat 8 kasus positif DB, 5 kasus diantaranya terjadi di padukuhan Demangan Tangkisan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan jumantik di 98 sasaran di 5 RT padukuhan Demangan, diperoleh angka bebas jentik (ABJ) 86,73%.

Pada kesempatan tersebut, Camat Berbah, Wildan Solichin, mengharapkan agar kegiatan gentong banyu tersebut benar-benar dapat mendorong warga masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mutlak diperlukan dalam melakukan pencegahan penyakit.  Terlebih lagi di musim penghujan ini banyak penyakit yang muncul seperti demam berdarah, leptospirosis, diare dll.***

Warga Penggiat Pengelolaan Sampah Mandiri Ikuti Pelatihan

Para penggiat pengelola sampah di Kecamatan Berbah mengikuti pelatihan pemanfaatan sampah yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kamis 28 Maret 2019 di pendopo Kepanjen Kecamatan Berbah. Bertindak selaku narasumber dalam pelatihan ini adalah Forum Lingkungan Hidup Kecamatan Berbah (FLH).

Forum lingkungan hidup Kecamatan Berbah, yang diwakili oleh Sekretarisnya Awang Kurniawan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa  pelatihan tersebut dimaksudkan untuk berbagi ilmu mengenai pengelolaan sampah mandiri. Saat ini TPA Piyungan telah mengalami kelebihan kapasitas sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk dapat mengelola sampahnya secara mandiri dengan memilah dari rumah.

Seksi  Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Sleman yang diwakili oleh Suryantono menjelaskan bahwa saat ini sampah jika dikelola dengan baik maka dapat menjadi berkah bagi warga masyarakat. Dari 58 dusun yang ada di kecamatan Berbah, baru ada 17 kelompok pengelola sampah mandiri. Jumlah tersebut tentu saja masih belum memadai bagi pengelolaan sampah di Berbah.

Dinas Lingkungan Hidup senantiasa mendukung dan memberikan bantuan kepada kelompok pengelola sampah mandiri yang menhendaki adanya pelatihan, sosialisasi maupun studi banding ke wilayah yang memiliki pengelolaan sampah. Pemerintah Kabupaten Sleman mengharapkan sampah dapat dikelola karena lingkungan bukanlah warisan nenek moyang namun titipan anak cucu kita. Terlebih lagi jika warga masyarakat dapat mengelola sampah, mendaur ulangnya maka dapat memberi tambahan penghasilan. Suryantono mengharapkan agar bagi warga yang memiliki keahlilan dan pengetahuan dalam mendaur ulang sampah untuk berbagi ilmunya dengan warga masyarakat lainnya. Diharapkan pula agar dalam pengelolaan sampah tersebut melibatkan generasi muda yang tergabung dalam karang taruna agar kesadaran untuk mengelola sampah juga tumbuh dikalangan anak-anak muda, tidak hanya para orangtua saja.

Selanjutnya, anggota FLH memberikan pelatihan membuat kerajinan dari cincin plastik dari kemasan air minum dalam kemasan gelas. Peserta pelatihan dibagi dalam kelompok-kelompok dan diberi bahan berupa tali dan cincin dari gelas plastik bagian atasnya. Barang bekas tersebut kemudian dibentuk sedemikian rupa menjadi tas, keranjang buah, dan bentuk lainnya, ***

Camat Berbah Tinjau UNBK di SMK di Wilayah Kecamatan Berbah

Camat Berbah didampingi beberapa stafnya melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMK yang ada di wilayah Kecamatan Berbah, Rabu 27 Maret 2018. SMK yang ditinjau adalah SMK Yapemda, SMK Nasional dan SMK Muhammadiyah Berbah.

Secara umum, pelaksanaan UNBK di 3 SMK di wilayah Kecamatan Berbah berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Di SMK Yapemda, rombongan Camat diterima oleh Kepala Sekolah, Singgih Wiratma, SH beserta jajarannya. Singgih menjelaskan bahwa UNBK di SMK Yapemda diikuti sejumlah 111 siswa tersebut berjalan lancar. UNBK dibagi menjadi 3 sesi dalam satu hari, sesi pertama dimulai pukul 07.30-10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB dan sesi ketiga pukul 13.00-14.30 WIB. Yang menjadi kekhawatiran Singgih adalah ketika sesi 3 berlangsung pada sore hari, cuaca mulai mendung dan terjadi hujan. Jika terjadi hujan dan petir maka sinyal dapat terganggu sehingga ujian yang mengandalkan sinyal tersebut dapat terganggu juga.

Di SMK Nasional UNBK diikuti oleh sejumlah 256 siswa yang juga terbagi dalam 3 sesi. Untuk keamanan sumber energi di SMK Nasional telah memiliki genset jika sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik. SMK Nasional dari tahun ke tahun senantiasa meningkatkan pendidikannya baik dari segi fisik sarana dan prasarana maupun segi kualitas pendidikannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah, Dwi Ahmadi ketika ditemui oleh Camat di ruangan kantornya. SMK Nasional juga memiliki CCTV guna memantau setiap ruangan UNBK maupun kegiatan lainnya.

Sedangkan di SMK Muhammadiyah Berbah, UNBK diikuti oleh 102 yang juga terbagi dalam 3 sesi yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Pengawas atau fasilitator untuk UNBK tersebut setiap harinya merupakan personil yang berbeda. ***

Gapoktan Agro Jogotirto Miliki Pengering Padi Bantuan Kementan

Selasa, 26 Maret 2019 di Jogotirto, diresmikan bangunan dan mesin pengering padi oleh Bupati Sleman. Bangunan dan mesin pengering padi dengan kapasitas 6 ton tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Gapoktan Agro Jogotirto. Menurut Ketua Gapoktan, Maryadi, Bangunan dan mesin pengering senilai total satu milyar tersebut diberikan pada Gapoktan yang memulai kegiatannya sejak tahun 2010 namun baru diresmikan berdirinya pada tahun 2018. Gapoktan Argo merupakan gabungan dari 18 kelompok tani di desa Jogotirto.

Maryadi menjelaskan bahwa Gapoktan memiliki hamparan lahan seluas 316 hektar yang ditanami padi dengan hasil panen yang memuaskan yaitu 9,3 ton per hektar.

Bupati Sleman, Sri Purnomo pada kesempatan tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan bangunan dan alat pengering tersebut, gapoktan tetap bisa memproduksi beras meskipun dalam musim hujan. Bupati bangga Gapoktan ini dapat memproduksi beras dengan label beras Sleman sehingga dapat meningkatkan nilai jual beras.  Bupati berharap di tahun mendatang produksi beras Gapoktan Agro dapat lebih meningkat lagi. Sebelum meresmikan bangunan dan mesin pengering tersebut, Bupati yang didampingi dari Kementan, BPTP DIY, serta Camat Berbah melalukan panen raya. ***

TK Ibnul Qoyyim Jadi Lokasi Apresiasi Gugus PAUD Wilayah VI

TK Ibnul Qoyyim menjadi lokasi kegiatan Apresiasi Gugus PAUD wilayah VI pada hari Kamis, 21 Maret 2019 lalu. Rombongan Tim dari Kabupaten Sleman diterima oleh Kepala UPT Yandik, Mayang Sutrisno, SIP, M.Pd. Mayang menyampaikan bahwa kegiatan PAUD di wilayah Kecamatan Berbah didukung sepenuhnya oleh seluruh instansi termasuk komite PAUD dan tokoh masyarakat. Hal ini dikarenakan pendidikan PAUD merupakan wahana pembentukan karakter anak. Mayang mengharapkan kehadiran tim yuri tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas kegiatan PAUD di wilayah Kecamatan Berbah.

Sementara itu, laporan dari Wakil Gugus Paud Ibnul Qoyyim, Bunda Endah menyampaikan bahwa kegiatan PAUD dapat terselenggara dengan baik karena adanya kerjasama yang harmonis antara penyelenggara PAUD, tokoh masyarakat serta komite PAUD.

Sedangkan wakil dari Tim Yuri yaitu Dra. Sri Sumiyatun menjelaskan bahwa dukungan dari pemerintah Kecamatan Berbah untuk meningkatkan mutu pendidikan PAUD cukup besar. Kecamatan Berbah selalu mengusulkan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik PAUD melalui dana PUPM. Untuk tahun 2020 teranggarkan sebesar 120 juta untuk kegiatan pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Berbah merupakan satu-satunya kecamatan yang mengusulkan uji kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan PAUD. BOP kesetaraan merupakan program baru dari Pemkab Sleman yang sebagian besar belum lancar karena terkendala update data dapodik sehingga anggaran tidak dapat terserap 100 persen. Untuk itulah tim yuri tersebut memberikan pembinaan dalam apresiasi ini guna mensukseskan program PAUD di Kabupaten Sleman. ***

Anggota Satlilnmas Berbah Ikuti Apel Kesiapsiagaan

Sebanyak 110 anggota perlindungan masyarakat (Linmas) mengikuti Apel  Kesiapsiagaan dan Pembinaan Satlinmas Desa Kalitirto, Minggu 24 Maret 2019 di Balai Desa Kalitirto. Hadir sebagai narasumber dalam pembinaan tersebut yaitu Kapolsek Berbah, Danramil dan Kepala Seksi Trantib Kecamatan Berbah .

Pada kesempatan tersebut, Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT memberikan arahan bahwa Satlinmas diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatannya agar dapat bertugas dengan baik, selain itu juga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab dan senantiasa berpegang teguh pada peraturan yang berlaku. Satlinmas juga harus menjaga netralitasnya dan profesional dalam menjalankan tugas.

Pembinaan dimulai dengan kegiatan baris berbaris yang dipimpin oleh Babinsa dan Babinkamtibmas di lapangan Kalitirto. Setelah beristirahat sejenak, dilanjutkan dengan pemberian materi di Balai Desa Kalitirto dengan narasumber pertama yaitu Kasi Trantib Kecamatan Berbah, Sutriyana, SH, MSi dengan materi Undang Undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Narasumber kedua yaitu Kompol Agus Zaenudin, SH dan diakhiri dengan materi dan arahan dari Danramil Kapt. Inf, Sujud, SH, MM. ***

TP PKK Berbagi Ilmu Membuat Brownies dari Tepung Singkong

Dalam rangka semakin memasyarakatkan pemakaian tepung singkong atau cassava flour, TP PKK Kecamatan Berbah memberikan pelatihan memasak brownies kukus berbahan tepung singkong. Kegiatan tersebut berlangsung di lantai II Kantor Kecamatan Berbah, 22 Maret 2019. Narasumber pelatihan tersebut adalah Ny. Endarni Tunggul dari desa Kalitirto.

Selama ini,  masyarakat hanya mengenal tepung terigu dan tepung tapioka, dan tepung gaplek. Sebab hanya dua produk inilah yang secara tradisional diolah menjadi aneka pangan. Cassava flour, menjadi komoditas yang diperlukan oleh industri pangan, terlebih sebagai substitusi gandum yang harganya lebih murah jika dibandingkan dengan tepung terigu. Tepung singkong dapat dijadikan bahan produk kue-kue kering, dan roti manis, termasuk brownies, yang bisa tidak terbuat dari gandum. Dari segi tekstur, warna, dan rasa cassava flour, tidak jauh beda dengan tepung terigu.

Untuk menghasilkan  25 potong kue brownies diperlukan 100 gram tepung singkong, 260 gram gula pasir, 8 butir kuning telur, 4 butir putih telur, 50 gram coklat bubuk, 1 sdt SP,  1/4 sdt vanili dan garam secukupnya. Bahan lainnya yaitu 100 gram margarin dan 10 gram coklat batang (kedua bahan ini dilelehkan), bahan ketiga yang juga dilelehkan adalah 1 sachet susu SKM dan 75 gram coklat batang. Untuk membuat brownies dari tepung singkong ini menurut Ny. Endarni tidaklah sulit, karena pengolahannya sama seperti memakai tepung terigu.***