Pemerintah Desa Jogotirto Serahkan Bantuan Untuk Kelompok Difabel Desa

Bantuan sarana prasarana bagi difabel diserahkan oleh Pemerintah Desa Jogotirto kepada Kelompok Difabel Desa (KDD) Jogotirto dengan disaksikan oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT. Penyerahan bantuan berlangsung di Sekretariat KDD Jogotirto, yaitu Rumah Ketua KDD Jogotirto, Bapak Widodo, Selasa 16 Juli 2019. Acara penyerahan juga disaksikan oleh anggota KDD, tokoh masyarakat, perwakilan PKK desa serta Kuni Fathonah dari SIGAB.

Bantuan yang diserahkan berupa satu set blender, kursi beroda, etalase besar dan etalase kecil. Bantuan satu set blender ditujukan kepada difabel yang akan berjualan jus, kursi berroda untuk membantu mobilitas seorang difabel agar dapat berjalan didalam rumah. Sedangkan etalase besar berfungsi sebagai pajangan kerajinan tangan berupa dompet, tas dan sepatu.  

Pada kesempatan tersebut, Camat Berbah mengharapkan  agar para difabel tidak perlu merasa rendah diri maupun merasa sensitif. Hal ini dikarenakan tidak ada perbedaan diantara difabel maupun masyarakat lainnya. Justru diharapkan para difabel mau bersosialisasi di masyarakat agar masyarakat juga dapat berempati terhadap para difabel.

LKS Tirto Wening Dievaluasi Dalam Seleksi LKS Berprestasi Tingkat DIY

LKS Tirto Wening memperoleh kesempatan dikunjungi langsung oleh Tim Evaluasi tingkat Propinsi DIY, Senin 15 Juni 2019. Tim evaluasi yang dipimpin oleh Sulistiyo dari Dinas Sosial DIY diterima langsung oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT di lokasi LKS di Tegaltirto, Berbah. Camat dalam kata sambutannya berharap agar penilaian diberikan secara obyektif berdasarkan fakta di lapangan tanpa ada pengaruh dari manapun. Hal ini dikarenakan keberadaan LKS Tirto Wening adalah untuk memberikan kemafaatan bagi lansia.

Sementara itu program-program LKS Tirto Wening yang menjadi unggulan yaitu program Bahtera ( Lansia Bahagia Sejahtera), Home care 2 kali seminggu, JSLU ( Jaminan Sosial untuk Lansia) sebesar Rp. 900.000,-pertahun, serta daycare berupa senam lansia setiap hari Sabtu.

Ketua TP PKK Berbah : Jangan Sampai Ada Anak Usia Sekolah di Berbah Tidak Dapat Bersekolah

Bertempat di ruang rapat lantai dua Kantor Kecamatan Berbah, PKK Kecamatan Berbah mengadakan pertemuan rutin sekaligus syawalan pada Selasa 2 Juni 2019. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan masing-masing TP PKK Desa Sendangtirto, Tegaltirto, Kalitirto dan Jogotirto serta KUA Berbah, Puskesmas, Bhayangkari dan wakil Persit Kartika Chandrakirana Koramil Berbah.

Ketua TP PKK Kecamatan Berbah, Dr. Anne Permatasari memberikan kata sambutan yaitu pesan-pesan agar jangan sampai ada anak usia sekolah di Kecamatan Berbah ini yang tidak sekolah. Jika hal tersebut terjadi, Anne mengharapkan agar segera dilaporkan kepada Camat agar segerra dicarikan solusinya. Terkait dengan sistem zonasi, Anne berharap para orangtua mampu memahami sistem tersebut dengan baik sehingga apa yang terjadi di masa-masa awal diterapkannya sistem zonasi tersebut nantinya menjadi pengalaman kedepan.

Selain itu di masa-masa liburan seperti ini, diharapkan para orangtua mewaspadai anak-anaknya agar tidak kecanduan gadget. Mengingat kecanduan gadget belum ada obatnya dan kecanduan gadget lebih parah daripada kecanduan narkoba. Selama ini, kecanduan gadget hanya dapat ditanggulangi dengan rumah sakit jiwa.

Pada hikmah syawalan yang disampaikan oleh Muhammad Anis dari KUA Kecamatan Berbah, dijelaskan mengenai hal-hal apa saja yang harus diamalkan di bulan syawal seperti puasa sunnah 6 hari, menyambung tali silaturahim dan memberikan maaf kepada orang lain.

FBS UNY Beri Pelatihan Tata Naskah Dinas

Program pengabdian masyarakat Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta (FBS UNY) bekerjasama dengan Kecamatan Berbah menyelenggarakan pelatihan tata naskah dinas bagi pegawai kantor Kecamatan Berbah dan perangkat desa se Kecamatan Berbah. Pelatihan berlangsung pada hari Senin, 24 Juni 2019 mulai pukul 09.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB di Ruang Pendapa Kepanjen Kecamatan Berbah.

Narasumber yang hadir memberikan materi bahasa surat dinas yaitu Dr. Teguh Setiawan, M.Hum, sedangkan Dr. Hartono, M.Hum menyampaikan materi bagian-bagian surat dinas. Pada akhir sesi, dilakukan praktik penulisan surat dinas yang dipandu oleh Prof. Dr. Suroso, M.Pd.

Peserta pelatihan yang hadir sebagian besar merupakan pegawai yang menangani surat-surat di kantor kecamatan Berbah dan Kantor Kelurahan. Menurut Sekretaris Camat, Edhi Margono, S.Sos., pelatihan tata naskah dinas tersebut sangat bermanfaat bagi para petugas administrasi yang menangani masalah surat-menyurat. Terlebih lagi keberadaan surat merupakan bukti tertulis yang memiliki kekuatan hukum. Surat juga merupakan dokumen penting bagi perumusan kebijakan pimpinan maupun pengambilan keputusan. Untuk itu pengetahuan dan wawasan mengenai surat dinas yang baik dan benar sangat diperlukan bagi para pegawai.

Kranggan I Wakili Berbah dalam Lomba Kebersihan dan Keteduhan Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman

Dusun Kranggan I mewakili Kecamatan Berbah dalam lomba Kebersihan dan Keteduhan Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman. Tim Penilai dari kabupaten Sleman kemudian melakukan kunjungan lapangan sekaligus melakukan penilaian di dusun Kranggan I hari Rabu, 26 Juni 2019. Tim Penilai terdiri dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Anggota PKK dan instansi terkait lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Tim beserta rombongan disambut oleh Sekretaris Desa Jogotirto, Erwin Hastomo di balai dusun  Kranggan I. Sedangkan pelepasan tim dilakukan oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT.

Majunya dusun Kranggan I ke tingkat kabupaten ini dikarenakan kiprah warga masyarakatnya yang memiliki jiwa gotong royong untuk menjadikan dusunnya bersih. Warga Kranggan I telah memiliki bank sampah, juga mampu melakukan pemanfaatan lahan dengan budidaya ikan lele dalam ember. Warga yang menjadi peternak kambing tergabung dalam kandang kelompok kambing mengumpulkan air seni kambing untuk dibuat pupuk cair. Untuk mendukung upaya pengolahan sampah,  saat ini telah terpasang alat pengompos sampah organik dari batu putih di 10 titik padukuhan Kranggan I.

Kepala Dinas Dukcapil : Untuk Daftar Sekolah, KK dan Akte Tak Perlu Legalisir

Untuk kepentingan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2019 ini, fotokopi akte kelahiran maupun Kartu Keluarga yang menjadi salah satu syarat pendaftaran tidak perlu dilegalisir kecamatan maupun Dinas Dukcapil, dengan syarat KK dan Akte Kelahiran yang asli harus dibawa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jazim Sumirat, S.H di hadapan perangkat desa serta Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pelayanan Umum dan Kepala Dukuh se Kecamatan Berbah dalam acara Sosialisasi Administrasi Kependudukan. Sosialisasi berlangsung di Pendapa Kepanjen, Kamis, 21 Juni 2019.

Sedangkan Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT dalam sambutannya juga meminta penjelasan terkait hal tersebut, mengingat selama ini warga masyarakat berbondong-bondong untuk meminta legalisir KK di kecamatan.

Peraturan yang memuat mengenai sahnya fotokopi KK dan akte kelahiran tanpa legalisir tersebut telah tertuang dalam Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Nomor 02 tahun 2019 tentang perubahan Atas Peraturan Kepala Dinas Kabupaten Sleman Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis PPDB pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Pagelaran Wayang oleh Dalang Cilik, Upaya Regenerasi Dalang

Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan SDN Sumber I Kalitirto Berbah menyelenggarakan Pagelaran Dalang Cilik di halaman SDN Sumber I, Rabu 19 Juni 2019. Dalang cilik yang ditampilkan yaitu Ki David yang membawakan lakon “Narayana Kridha”.

Menurut Anas Mubakir, SS, Kepala Seksi Sejarah, Nilai Budaya, Adat dan Tradisi mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, menjelaskan bahwa pagelaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang berbakat dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Selain itu, selain sebagai tontonan, wayang juga merupakan tatanan yang dapat diambil pelajaran dari cerita-cerita wayang tersebut.

Sementara itu Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT dalam sambutannya mengharapkan agar pagelaran dalang cilik tersebut mampu menjadi media pengenalan warisan seni dan budaya wayang kulit kepada anak-anak. “Di tengah-tengah kondisi anak-anak kita banyak yang tidak mengenal wayang kulit. Dari pagelaran ini diharapkan akan tumbuh rasa suka dan bahkan sampai pada cinta terhadap wayang”, demikian jelas Camat. Ditambahkan pula oleh Camat Berbah, bahwa pagelaran wayang oleh dalang cilik tersebut juga menjadi sarana regenerasi dalang sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan seni pertunjukan wayang kulit.