Ketua TP PKK Berbah Himbau Warga Untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Ketua TP PKK Kecamatan, Dr. Anne Permatasari, MA menghimbau warga masyarakat Berbah khususnya kaum perempuan untuk mencegah stunting sejak dini. Hal ini disampaikan dihadapan peserta pertemuan rutin PKK Kecamatan Berbah, Jumat 22 Maret 2019 di ruang rapat lantai II Kecamatan Berbah. “Sebagai upaya pencegahan kasus stunting ini harus dimulai jauh sebelum seorang perempuan menikah. Asupan  gizi harus diperhatikan,  jangan sampai terkena anemia dan rentan menjadi seorang ibu yang melahirkan anak yang stunting”, demikian jelas Anne. Para orangtua harus senantiasa memperhatikan asupan gizi bagi anak-anaknya. Hal ini dikarenakan kasus stunting dangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang diberikan oleh orangtuanya sejak bayi. Jauh sebelum seorang wanita menikah bahkan ketika masih anak-anak dan remaja, asupan gizi sangatlah penting bagi tumbuh kembang seseorang.

Anne juga senantiasa mengingatkan kebersihan lingkungan di musim hujan yang rentan terjadinya kasus DBD. Hal ini dikarenakan hingga Maret 2019, berdasarkan data dari Puskesmas Berbah, terdapat 10 kasus postif DB, Sedangkan kasus DB secara keseluruhan terdapat 36 kasus di wilayah kecamatan Berbah. Untuk itulah diharapkan, kaum perempuan dapat berperan aktif dalam upaya-upaya pencegahan Demam Berdarah dengan melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).***

TK Kusuma I Jogotirto mewakili Berbah dalam Penilaian Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Sleman

Tim Penilai Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Sleman melakukan kunjungan lapangan di TK Kusuma I Jogotirto, Berbah pada Rabu 20 Maret 2019. Tim Evaluasi yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, Bappeda,PMI, BNN, TP PKK, Dinas Kesehatan, Kantor Kementrian Agama, serta Bagian Kesra diterima langsung oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT, beserta jajaran unsur pimpinan Kecamatan serta para perwakilan UPT.

Dalam sambutannya Wildan Solichin mengatakan bahwa kondisi TK Kusuma I Jogotirto memang sedemikian adanya tanpa rekayasa. Wildan mendukung sepenuhnya evaluasi dan penilaian LSS  tersebut agar kedepan, program-program kegiatan kecamatan Berbah seperti  Gentong Banyu yang menekankan pada pemberantasan sarang nyamuk dapat memberikan manfaat yang optimal kepada masyarakat. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan kondisi lingkungan masyarakat dan sekolah yang bersih di wilayah Kecamatan Berbah”, demikian tegas Wildan.

Sementara itu perwakilan Tim Penilai LSS tingkat Kabupaten Sleman, mengatakan bahwa secara umum hasil evaluasi kebersihan sekolah di TK Kusuma I tersebut sudah cukup baik. Namun demikian, menurut tim juri perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana kebersihan seperti tempat sampah, tempat cuci tangan maupun pemasangan himbauan atau slogan kebersihan lingkungan.***

Warga Dihimbau Untuk Waspadai Cuaca Ekstrim

Berdasarkan hasil Rakorpim Muspika Kecamatan Berbah pada Senin 18 Maret 2019, Pemerintah Kecamatan menghimbau agar masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Berbah, Rohmiyanto, AP saat hadir mewakili Camat pada Rakorpim tersebut. Hal ini dikarenakan cuaca ekstrim tersebut dapat mengakibatkan beberapa peristiwa yang harus diantisipasi misalnya banjir bandang, pohon tumbang dll. RAKORPIM yang rutin diselenggarakan ini dihadiri oleh Pimpinan Muspika, Para Kepala UPT, Kepala Desa dan KUA.

Selain itu, Sekcam juga menghimbau agar masyarakat mampu mengkondisikan wilayahnya masing-masing terkait dengan masa ujian anak sekolah di bulan Maret-April. Para kepala desa diharapkan untuk tidak merekomendasikan adanya acara keramaian, hiburan dan kegiatan lain yang mengganggu jam belajar anak-anak sekolah. Sedangkan dari pihak Polsek Berbah, masyarakat diminta untuk mewaspadai terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban seperti tindak kriminalitas dan lain sebagainya.

Sementara itu, UPT Puskesmas Berbah yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Sunarto mengungkapkan bahwa hingga bulan Maret 2019 ini di wilayah kecamatan Berbah terjadi 36 kasus DB, yang 10 diantaranya merupakan kasus positif DB. Puskesmas menghimbau warga untuk senantiasa menjaga kebersihan  dengan upaya 3M. Puskesmas juga menjelaskan tentang Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.  Di Tahun 2019 ini dilakukan evaluasi PIS-PK se kecamatan Berbah. Saat ini 3 desa telah selesai dilakukan checking dan masih terdapat 2 padukuhan  di satu desa yang belum selesai.***

4 Desa di Kecamatan Berbah Bentuk Forum Anak

Bertempat di pendopo kecamatan Berbah dan Ruang Rapat Lantai II, diselenggarakan pembentukan Forum Anak Desa di wilayah Kecamatan Berbah pada hari Sabtu dan Minggu, 16-17 Maret 2019. Hadir pada kesempatan tersebut sejumlah perwakilan anak-anak dari tingkat SMP hingga tingkat SMA dari 4 Desa, Jogotirto, Sendangtirto, Kalitirto dan Tegaltirto.

Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT yang menyempatkan hadir pada acara tersebut menyambut baik dibentuknya Forum Anak Desa tersebut. “Dengan adanya Forum Anak di tiap desa saya harapkan dapat memotivasi anak-anak untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan di desanya”, demikian tegas Wildan Solichin. Selain itu juga diharapkan Forum Anak Desa tersebut mampu menjadi wadah aspirasi anak-anak. Terlebih lagi tantangan pada masa revolusi industri tidak semakin ringan namun semakin berat sehingga diperlukan karakter generasi muda yang siap terjun memasuki dunia kerja.

Sementara itu narasumber yang didatangkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), yaitu Dimas Ariyanto dari FORANS (Forum Anak) Kabupaten Sleman, Yayasan Satu Nama, dan Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA). ***

Kegiatan Genthong Banyu

Jum’at (15/03), Kecamatan Berbah melaksanakan kegiatan Genthong Banyu di Padukuhan Bulu, Jogotirto, Berbah. Kegiatan ini dilakukan di sekitar TK Kusuma yang akan menjadi peserta Lomba Sekolah Sehat se-Kabupaten Sleman. Acara dimulai oleh Sekretaris Desa Jogotirto, Erwin Dwi Hastoyo, ST dan dihadiri oleh Camat Berbah, Kapolsek Berbah, Danramil X, dan segenap PNS diseluruh Kecamatan Berbah.

UPPKS Wanita Maju Masuk Tiga Besar Tingkat Kabupaten Sleman

UPPKS Wanita Maju Dusun Munggon, Sendangtirto, Berbah, Sleman menjadi  tiga besar UPPKS tingkat Kabupaten Sleman. Prestasi ini merupakan hasil dari kerjasama kelompok wanita UPPKS dusun Munggon yang telah bergerak memberdayakan kaum wanita di dusun Munggon.

Pada hari Rabu, 13 Maret 2019 Ketua UPPKS Wanita Maju dusun Munggon, Sri Hartini memberikan paparan mengenai UPPKS Wanita Maju dihadapan Tim Penilai di Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman. UPPKS Wanita Maju tersebut berkiprah di dusun Munggon dalam memberdayakan kaum wanita melalui berbagai kegiatan yang produktif. Diantaranya yaitu usaha-usaha mikro pembuatan tempe, telur asin, es tape dan sebagainya. Selain itu, UPPS Wanita Maju juga memiliki kelompok simpan pinjam untuk mengangkat keluarga pra sejahtera dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.  Untuk selanjutnya Tim Penilai akan melakukan peninjauan lapangan di dusun Munggon pada tanggal 21 Maret 2019. ***

Perangkat Desa di Kecamatan Berbah Ikuti Pembinaan dan Pengawasan Terhadap Perangkat Desa

Sebanyak 50 orang perangkat desa dan kades mengikuti pembinaan dan pengawasan terhadap kades dan perangkat desa, Senin 11 Maret 2019 di pendopo Kecamatan Berbah. Pembinaan dipimpin langsung oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT dengan narasumber dari Kabid Aparatur  dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Agung Endarta, S.Sos., MPA dan pendamping desa, Tunggul Dohardo Jusuf Ronny, SS.

Dalam sambutannya Camat Berbah mengharapkan agar dalam pengelolaan keuangan desa, perangkat desa senantiasa mengedepankan kehati-hatian mengingat banyak pihak yang melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa tersebut. Selain itu, juga harus dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Camat juga menyampaikan bahwa dana desa tahap I yang sudah masuk di rekening desa segera dilaksanakan. Mengingat pada bulan Maret akan dicairkan dana desa tahap II dengan syarat laporan realisasi penyerapan dana desa tahun 2018.

Sedangkan narasumber Agung Endarta menyampaikan materi mengenai  pilkades di tahun 2019 akan dilakukan secara e-voting sehingga masyarakat tidak melakukan pencoblosan pada kertas suara namun hanya menyentuh layar sentuh (touchscreen) yang telah disediakan di TPS. Jumlah TPS untuk e-voting adalah sama dengan jumlah TPS pencoblosan dengan kertas suara.

Selanjutnya pada sesi tanya jawab, Sekdes Sendangtirto, Herman Padiyanto menanyakan kapan Raperda pengisin perangkat desa disahkan karena Sendangtirto terdapat kekosongan jabatan Dukuh Dawukan dan Kasie Pemerintahan. Jika kekosongan jabatan tersebut terlalu lama dikhawatirkan akan menganggu jalannya pemerintahan Desa Sendangtirto. Agung Endarta  menyampaikan bahwa Raperda pengisian perangkat daerah sudah dievaluasi di tingkat propinsi untuk selanjutnya akan dilakukan revisi sesuai dengan evaluasi tersebut. Mengingat Raperda tersebut merupakan inisiatif dari DPRD maka keputusan sepenuhnya kemudian berada di tangan DPRD. Sementara Dukuh Sumber Kulon menanyakan jika seorang dukuh ingin mengikuti seleksi jabatan perangkat desa yang lebih tinggi apakah diharuskan mengundurkan diri. Agung Endarta menjelaskan bahwa untuk mengikuti seleksi jabatan tersebut tidak perlu mengundurkan diri namun perlu ijin dari kepala desa.  Jika memang nantinya lolos seleksi maka harus mengundurkan diri. ***