Maryadi, Pelaksana Tugas Harian Dukuh Blambangan

Berakhirnya masa jabatan dukuh Blambangan pada hari ini, Pemerintah Desa Jogotirto kemudian mengangkat pelaksana tugas harian yang akan menggantikan tugas-tugas Dukuh Blambangan. Pemberhentian dan pengangkatan pelaksana tugas berlangsung hari ini, Senin 13 Mei 2019 di Balai Desa Jogotirto.

Berdasarkan SK Kepala Desa Jogotirto Nomor 11/Kep.KD/2019, Pemerintah Desa Jogotirto mengangkat Maryadi yang merupakan Kepala Seksi Kesejahteraan sebagai pelaksana tugas Dukuh Blambangan. Pada kesempatan tersebut Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT berterimakasih kepada Dukuh lama, Suraji yang telah berusia 64 tahun tersebut, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam melayani masyarakat Blambangan. Setelah tidak menjadi dukuhpun, Camat masih mengharapkan kontribusi Suraji dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di desanya.

Sementara bagi pelaksana tugas dukuh Blambangan, Camat menjelaskan bahwa jabatan dukuh adalah jabatan yang berbeda dengan jabatan Kasi Kesejahteraan. “Dukuh harus selalu stand by melayani masyarakat, dekat dengan warganya dan mudah untuk ditemui warga”, demikian tegas Camat.

Pembinaan Rohani Karyawan Kecamatan Berbah

Segenap karyawan karyawati Kantor kecamatan Berbah mengikuti pembinaan rohani dan pengajian di bulan Ramadhan 1440 Hijriyah di Aula Lantai II Kantor Kecamatan Berbah, 10 April 2019.  Pengajian tersebut juga dihadiri para pendamping PKH serta beberapa staf dan kaum rois KUA Kecamatan Berbah.

Pengajian diisi tausiyah oleh penyuluh KUA, Muhammad Anis yang menjelaskan mengenai  bulan Ramadhan yang memiliki beberapa nama lain yang sesuai dengan arti yang dikandungnya. Nama-nama lain Bulan Ramadhan yaitu sahrussiam yang berarti bulan menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa. Sedangkan Sahrul ‘ibadah berarti bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah mengingat pahala di bulan tersebut dilipatgandakan. Jika pada bulan biasa hanya dinilai satu kebaikan maka di bulan Ramadhan dinilai dengan seribu kebaikan.

Sahrussa’adah berarti bulan kemuliaan. Di bulan kemuliaan tersebut dijadikan semangat agar menjadi orang yang dimuliakan Allah karena tidak semua orang diberi hidayah oleh Allah untuk berbuat baik. Muhammad Anis menekankan bahwa orang yang memuliakan Bulan Ramadhan termasuk orang yang bersyukur.

Selanjutnya bulan Ramadhan juga disebut Sahrul Maghfirah, bulan penuh ampunan. Allah menjanjikan akan menghapus dosa hambanya yang bersyukur dan memohon ampunan Allah. Manusia wajib mengakui dosa dan kesalahannya serta mau mengampuni dosa saudaranya.

Camat Himbau Pelayanan Tidak Menurun

Memasuki hari ke tiga puasa Ramadhan, pelayanan bagi warga masyarakat di kantor Kecamatan Berbah berjalan dengan baik dan lancar. Ibadah puasa bagi petugas pelayanan di Kecamatan Berbah tidak menghalangi untuk tetap bekerja dan memberikan pelayanan dengan maksimal.

Terlebih lagi Bulan Ramadhan sebetulnya adalah bulan produktif karena di bulan tersebut umat Islam menjalankan ibadah puasa disertai dengan amalan-amalan lainnya seperti tadarus Al Qur’an, sodaqoh, zakat dan sebagainya. Memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan juga bernilai ibadah selama dilakukan dengan ikhlas. apalagi jika dalam memberikan pelayanan disertai dengan sikap yang ramah, sopan dan selalu tersenyum.

Untuk itu, Camat Berbah, Wildan Solichin, S.IP, MT mengharapkan agar kualitas pelayanan selama bulan Ramadhan tidak menurun karena suasana seperti ini sudah biasa terjadi setiap tahun. “Yang berubah hanya durasi pelayanan saja yang dikurangi satu jam”, demikian jelas Camat.

Selama Ramadhan, Pelayanan Kecamatan Buka Hingga 14.30 WIB

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 394 tahun 2019 tanggal 26 April 2019 tentang penetapan jam kerja pada bulan Ramadhan 1440 H, selama bulan Ramadhan, pelayanan yang diberikan oleh kantor-kantor pemerintahan berubah. Perubahan tersebut dikarenakan jam pelayanan untuk kantor yang menerapkan lima hari kerja dikurangi satu jam saja. Untuk pelayanan di Kantor Kecamatan Berbah pelayanan hari Senin s/d Kamis mulai pukul 07.30 WIB hingga 14.30 WIB. Khusus pelayanan pada hari Jumat, pelayanan mulai pukul 07.30 hingga 13.30 WIB dengan jam istirahat mulai 11.30 WIB hingga 12.30 WIB.  ***

Camat : Identifikasi Kebutuhan Difabel Agar Dapat Diakomodasikan Pemerintah

Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT menyampaikan penjelasannya mengenai partisipasi masyarakat bagi pembangunan daerah dihadapan para difabel di Balai Desa Tegaltirto dalam acara  pendampingan  bagi penyandang disabilitas Kecamatan Berbah.  Pendampingan yang berlangsung Selasa 30 April 2019 tersebut menghadirkan narasumber dari SIGAB ( Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) Berbah, Dinas Sosial Kabupaten Sleman serta PPDI (Persatuan Penyandang Difabel Indonesia) Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut, Camat menyampaikan agar para difabel mau proaktif terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Karena dari musrenbang tersebut, kebutuhan kegiatan yang diperlukan masyarakat difabel dapat dimusyarahkan bersama dengan usulan kegiatan yang lain. Misalnya kebutuhan bimtek lifeskill guna peningkatan ketrampilan para difabel agar dapat memiliki usaha mandiri.

” Saat ini kebutuhan masyarakat termasuk para difabel dapat diakomodasi melalui PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat) yang pada tahun ini mencapai 1,27 Milyar. Jumlah tersebut tentu saja diperuntukkan masyarakat dalam membangun daerahnya baik fisik maupun non fisik. Oleh karenanya, Camat Berbah berharap agar para difabel yang hadir mampu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhannya agar kedepannya dapat terakomodasi oleh anggaran pemerintah. Hal ini dikarenakan difabel juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan dan fasilitasi kegiatan dari pemerintah. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi difabel untuk tidak mendapatkan haknya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, narasumber SIGAB, Kuni Fathonah memberikan motivasi kepada para difabel mengenai bagaimana meraih mimpi dan bagaimana berinteraksi dengan difabel. Kuni menjelaskan bagaimana cara menggandeng tuna netra yang benar, bagaimana memberitahu seorang tunanetra ketika hendak masuk mobil, juga jangan menggunakan kata “ini” dan “itu” ketika berbicara dengan tunanetra dll. Hal ini dikarenakan seorang difabel bukanlah orang yang tanpa kemampuan namun difabel adalah orang yang memiliki kemampuan khusus atau kemampuan yang berbeda dari orang lain (different ability). Diperlukan cara-cara tertentu yang mudah dipahami oleh difabel mengingat kemampuan khusus tersebut.   ***

Puskesmas Berbah Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Petugas Pemilu

Petugas Puskesmas Berbah melayani pemeriksaan kesehatan bagi para petugas pemilu 2019 baik satlinmas maupun panwas kecamatan. Hal ini menindaklanjuti kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam mendukung terlaksananya pemilu dengan baik dan lancar. Terlebih lagi para petugas pemilu tanpa kenal lelah dan tanpa kenal waktu melaksanakan tugasnya. Untuk itu diperlukan dukungan stamina yang bagus bagi para petugas.

Pemeriksaan kesehatan yang diberikan oleh petugas Puskesmas yaitu pemeriksaan tekanan darah dan fisik lainnya. Setelah diperiksa, para petugas satlinmas dan petugas pemilu lainnya ada yang mendapat vitamin, tablet tambah darah maupun obat pengurang rasa nyeri (paracetamol). ***

SDN Jomblang II Lakukan Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Deklarasi Sekolah Ramah Anak SDN Jomblang II ditandatangani oleh Camat, Berbah dilanjutkan Kepala UTP Yandik, Komite Sekolah, Walimurid, serta para guru. Deklarasi berlangsung Kamis, 25 April 2019.

Kepala SD N Jomblang II, Erlina Yuliastuti, S.Pd.SD dalam sambutannya mengharapkan adanya sinergi yang terjalin dalam upaya mewujudkan sekolah ramah anak di SDN Jomblang II seperti tersebut. Erlina juga mengakui bahwa SDN Jomblang II masih memiliki kekurangan yang harus dibenahi seperti sarana dan prasarana yang belum terpenuhi 100%. Untuk itu Erlina mengharapkan dukungan semua pihak dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang berstandar sesuai ketentuan.

Sedangkan Camat Berbah menghimbau agar semangat untuk membangun kebersamaan dalam upaya sekolah ramah anak ini senantiasa dilaksanakan baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat. Harus ada pembiasaan saling menyayangi, saling menghormati antara guru-murid, orangtua-anak maupun sebaliknya.     Kepala UPT Yandik Kecamatan Berbah, Mayang Sutrisno, juga menekankan pada dukungan bersama untuk sekolah ramah anak. Ramah anak tidak hanya secara fisik namun juga secara psikis. Mayang mencontohkan memanggil anak dengan nama yang tidak disukainya itu termasuk kekerasan psikis. Lain halnya jika nama yang disebut adalah nama yang disukai oleh anak tersebut. Oleh karena itu, Mayang menharapkan anak-anak untuk menhindari hal-hal tersebut gar tidak terjadi bullying baik fisik maupun psikis.