Guru PAUD dan TK Ikuti Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana

Guru PAUD mengikuti dan guru TK se Kecamatan Berbah mengikuti sosialiasi pengurangan resiko bencana di pendapa Kepanjen, Selasa 12 November 2019. Selain guru PAUD dan TK, juga hadir Relawan Berbah, jajaran Muspika dan tamu undangan.

Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT dalam sambutannya mengatakan bahwa para guru PAUD dan guru TK yang diundang dalam sosialisasi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuannya dalam mengurangi resiko terjadinya bencana khususnya pada anak-anak yang diasuhnya.

Selain itu, Camat juga berharap agar sekretariat bersama relawan di Kecamatan Berbah dapat dimanfaatkan demi kepentingan bersama. apapun wadah dan namanya, saudara-saudara semua memiliki tujuan yang sama yaitu membantu warga masyarakat untuk mengurangi resiko jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Narasumber yang didatangkan dari PMI Kabupaten Sleman yaitu Agus Wiranto, menyampaikan teknik-teknik dasar pertolongan pertama jika terjadi mimisan pada anak-anak. Juga dijelaskan tentang berbagai tindakan yang seharusnya dilakukan pada pertolongan pertama dengan SEGERA dan dengan MEDIS DASAR. Segera diartikakan dengan definisi : cepat, tepat dan sederhana.

Tinggi, Hasil Panen Jagung Hibrida di Berbah

Kelompok Tani Ngudi Rahayu Pajangan melakukan panen jagung hibrida di area tanam seluas 8 ha, dengan hasil ubinan jagung 14, 5 ton/ha tongkol dan untuk jagung pipil nya 10, 5 ton/ha. Benih jagung yang ditanam diperoleh dari benih hibrida bantuan pemerintah. Panen dilakukan pada hari Selasa, 5 November 2019.

Sekretaris Camat Berbah, Edhi Margono yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa, “Hasil panen jagung cukup menggembirakan, hasil cukup banyak. Saat ini harga jagung per kg Rp4.100, turun 100 rupiah dari harga sebelumnya Rp4.200. Hal ini dikarenakan terjadinya panen raya jagung”. Edhi juga menambahkan bahwa jika terjadi permasalahan dalam hal pemasaran, kelompok tani dapat melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Sleman, mengatakan bahwa meskipun hanya mengandalkan stimulan benih dari rata-rata hasil panen jagung di Kecamatan Berbah tinggi, sedangkan rata-rata Kabupaten Sleman hanya 6-7 ton/ha. Dengan panen raya ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lain agar mau menanam jagung di masa tidak tanam padi.