Kincir Air di Kolam Ikan Dapat Tingkatkan Hasil Produksi

Penggunaan kincir air di kolam ikan ternyata mampu meningkatkan hasil produksi petani ikan. Hal ini disampaikan oleh penyuluh ahli Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, Widya Satrio di hadapan para petani ikan  dalam acara pembinaan Kelompok Minapolitan di lantai 2 Kantor Kecamatan Berbah beberapa waktu yang lalu.

Menurut Widya Satrio, dengan adanya kincir angin yang ada di kolam, dapat meningkatkan oksigen dalam air. Dengan masa pembesaran yang sama, dengan penggunaan kincir air maka hasil panen ikan yang diperoleh menjadi lebih banyak yaitu tiga kali lipat dari biasanya.

Camat Berbah dalam hal ini juga mengharapkan agar para petani ikan di Berbah dapat mengadopsi tenologi kincir air ini, karena dengan adanya kincir air tersebut dapat memberi keuntungan yaitu kolam memerlukan lebih sedikit air sedangkan petani ikan adalah pemakai air di tingkat kedua setelah petani tanaman pangan.

ABJ Padukuhan Klodangan Masih Berkisar 75%

Angka bebas jentik padukuhan Klodangan berkisar di angka 75% dari ABJ standar 95%. Angka tersebut tentu saja masih jauh dari ideal, dikarenakan dari 61 rumah tangga yang diperiksa petugas jumantik, masih terdapat jentik-jentik di 15 rumah tangga. Demikian laporan yang disampaikan dr. Hari Pratono, Kepala Puskesmas Berbah dalam kegiatan gentong banyu yg rutin dilakukan oleh gabungan staf Kecamatan Berbah, Perangkat Desa, Koramil, Polsek, PKH, BPD , FLH serta Puskesmas Berbah.

Lebih lanjut dilaporkan oleh dokter Valeri dari Puskesmas Berbah bahwa saat ini tidak lagi gerakan 3 M namun sudah menjadi 4 M plus yaitu menguras, menutup, mengubur dan memantau. Terlebih lagi nyamuk DB berkembang biak di air yang bersih, bukan air kotor sehingga diharapkan agar gerakan 4M tersebut dapat semakin digalakkan.

Sementara itu, Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT menyatakan bahwa gerakan gentong banyu tersebut hanyalah stimulan, yang lebih dominan lagi adalah peran warga masyarakat yang dapat menjaga kebersihan lingkungannya.

Camat Berbah : Perbarui KK, Sertakan Fotokopi Akta Nikah

Akta nikah merupakan  salah satu dokumen yang diperlukan dalam administrasi kependudukan, karena dengan akta nikah tersebut status perkawinan seseorang dapat diketahui dengan jelas apakah pernikahannya tercatat atau tidak tercatat oleh negara.

Hal tersebut disampaikan Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT di hadapan para Kepala Dukuh  dan perangkat desa dalam acara Sosialisasi Administrasi Kependudukan di pendapa Kepanjen Kecamatan Berbah, 20 Februari 2020.

Hadir dalam kesempatan tersebut narasumber dari Dinas Dukcapil Sleman, Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Dra. Mayawati Jati Lestari, MT, yang menjelaskan secara detil mengenai mekanisme pencatatan sipil bagi warga masyarakat.  Peserta sosialisasi juga menanyakan mengenai nama padukuhan atau sub padukuhan yang tidak lagi tertera dalam alamat di Kartu Keluarga.

Wakil Gubernur DIY Kunjungi Pasar Koi Jogja di Sendangtirto, Berbah

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengunjungi Pasar Koi Yogyakarta di Sendangtirto, Berbah Selasa, 11 Februari 2020. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat sejauh mana perkembangan bantuan modal kepada pasar Koi dan dikelola oleh plasma-plasma dibawahnya.

KGPAA Paku Alam X berkeliling melihat-lihat kolam-kolam koi yang berada di pasar tersebut didampingi oleh Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT beserta rombongan. Dana bantuan yang diterima oleh pasar Koi telah bergulir dua kali dengan besaran masing-masing periode limaratus juta rupiah. Bantuan tersebut kemudian dikelola oleh plasma-plasma yang ada dalam pengelolaan pasar Koi tersebut untuk dibelikan indukan koi yang berkualitas.

Dalam satu kali panen yaitu 3 bulan, setiap plasma menghasilkan panenan dengan nilai yang bervariasi antara Rp 4.000.000 hingga Rp 4.500.000 dalam sekali pembesaran. Hasil dari pembesaran tersebut kemudian dipasarkan di pasar Koi. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu para petani Koi dalam mengembangkan usahanya di bidang perikanan khususnya ikan hias.

Kecamatan Berbah Selenggarakan Musrenbang Hari Ini

Musyawarah perencanaan pembangunan yang disingkat dengan Musrenbang, hari ini diselenggarakan di pendapa Kepanjen kecamatan Berbah, Selasa 4 Februari 2020. Jajaran aparat kecamatan Berbah telah mempersiapkan sarana dan prasarana penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2021 ini sejak sehari seminggu sebelumnya.

Musrenbang tersebut direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan DPRD DIY, DPRD Kabupaten Sleman, Jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan, para tokoh masyarakat serta alim ulama. Kehadiran segenap lapisan masyarakat Kecamatan Berbah tersebut diharapkan dapat memberikan masukan, kritik dan saran yang konstruktif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Berbah.

Pelepasan ASN Purna Tugas Kecamatan Berbah

Kamis, 30 Januari 2020 dilakukan pelepasan purna tugas ASN Kecamatan Berbah, Kuncoro Budiadi yang akan menjalani masa purna tugas mulai 1 Februari 2020. Karyawan-karyawati Kecamatan Berbah menyempatkan hadir dalam kesempatan tersebut serta dihadiri pula oleh para pendamping PKH, UPK PNPM, mantan karyawan kecamatan Berbah, petugas kebersihan dan petugas keamanan.

Gentong Banyu dan Gardu Bestari di Dusun Karongan, Jogotirto

Gentong Banyu kali ini berbarengan dengan Gardu Bestari (Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk, Pembersihan Tampungan Air dan Saluran Irigasi ) berlangsung di dusun Karongan, Jogotirto, Jumat 24 Januari 2020. Dalam kesempatan tersebut, Camat Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT, menyatakan bahwa gerakan kebersihan baik Gentong Banyu maupun Gardu Bestari sangat besar manfaatnya karena merupakan upaya pencegahan terjadinya penyakit demam berdarah. untuk itu Camat juga menghimbau agar para kepala dukuh dapat menggerakkan masyarakat dalam upaya kebersihan lingkungan.

Sementara itu, senada dengan Camat berbah, Kepala Puskesmas Berbah, dr. Hari Pratono juga berpesan kepada masyarakat yang memelihara ternak agar bila ditemukan hewan mati mendadak untuk diselidiki terlebih dahulu sebab-sebab kematiannya. “Jangan langsung dikonsumsi, bilamana perlu langsung dikubur saja”, demikian tegas Hdr. Hari. hal tersebut dikarenakan akhir-akhir ini penyakit antraks muncul lagi.\

dr. Hari juga melaporkan berdasarkan pantauan para jumantik Puskesmas Berbah, di 3 RT di dusun Karongan tersebut, angka bebas jentiknya mencapai 82% dari target ideal 94%. Untuk itu masih perlu ditingkatkan perilaku hidup bersih masyarakat. dr. hari juga menyampaikan bahwa pada bulan Januari 2020 di Puskesmas berbah masih ditemukan 5 orang penderita DB, 2 orang diantaranya dari desa Sendangtirto, 2 orang dari desa Jogotirto dan 1 orang dari desa Kalitirto.