Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman

Melayani Dengan TERAMPIL

Month: August 2011

Selamat Datang

Selamat Datang di website kecamatan Sleman Kabupaten Sleman.

BMD Juarai Kompetisi Roket Air

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) yang ke-16, Kementrian Ristek RI bekerja sama dengan UGM Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Tingkat SMP Kabupaten Sleman, Kamis 28 Juli 2011 berlokasi di Lapangan Denggung, Sleman. Acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Sleman ini diikuti oleh 13 tim yang terdiri dari, 3 tim dari SMP Budi Mulia II, 5 tim dari SMP Negeri 4 Pakem, dan 5 tim dari SMP Muhammadiyah 3 Depok.
Turut hadir dalam acara ini Syahrial Anas dari Kementrian Ristek RI, Dra. H. Nogati Sri Karyati, Ms. selaku staf ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, tim dari UGM Yogyakarta, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Sleman. Dalam sambutannya, Dr. Khasani dari tim UGM mengatakan, Sleman adalah Kabupaten pertama yang menyelenggarakan kompetisi roket air ini. Segera setelah ini akan diikuti oleh 4 kabupaten lain serta Kota Yogya.
Tujuan dari diadakannya kompetisi ini adalah untuk menanamkan semangat belajar sambil bermain yang dapat menumbuhkan motivasi di lingkungan pelajar SMP dalam hal inovasi teknologi serta menumbuhkan kreatifitas dan sportivitas pelajar. Disamping itu, hasil dari kompetisi roket air skala kabupaten ini juga sebagai prasyarat untuk dapat maju ke tingkat nasional dan internasional. Sejalan dengan itu, dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Dra. H. Nogati Sri Karyati, Ms. selaku staf ahli bidang Ekonomi dan Keuangan juga mengungkapkan Roket Air merupakan salah satu wujud dan media untuk mengasah, serta menyalurkan kreatifitas para siswa. Melalui media roket air, banyak hal yang bisa dipelajari seperti hukum alam, pelajaran sains, aerodinamika dan sebaganya. Siapapun yang ingin mengembangkan roket air, maka banyak metode dan desain roket air yang bisa dibuat, dengan demikian akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya.
Meskipun sebuah roket tampak rumit dan di dalamnya penuh komponen canggih, ternyata prinsipnya sederhana. Bahkan bisa dibuat dari botol plastik bekas minuman dan menggunakan air sebagai bahan bakar. Dari kompetisi roket air ini, diharapkan para siswa bisa tertantang untuk berkreasi dan berinovaasi lebih besar lagi. Bukan tidak mungkin, dari berkreasi dengan roket air, di masa depan, para siswa ini akan menghasilkan roket yang sesungguhnya, yang memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.
Selama berlangsungnya acara, peserta tampak bersemangat mengikuti setiap kegiatan kompetisi. Akhirnya kompetisi ini berakhir dengan hasil, Juara I tim 11 dari SMP Budi Mulia II, Juara II tim 13 dari SMP Muhammadiyah 3 Depok, Juara III tim 12 dari SMP Budi Mulia II. Hasil juara ini akan dikirimkan ke tingkat pusat di Jakarta pada bulan Oktober mendatang.

Beras Hitam Mulai Di Budidayakan Petani Seyegan

Beras merah atau beras putih sudah sangat sering kita konsumsi. Namun bagaimana dengan beras hitam ? Mungkin ada pembaca yang baru mendengar bahwa ada beras hitam. Saat ini petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sarana Makmur di Mbarak, Margoluwih, Seyegan mulai mengembangkan beras hitam varietas Cempo Ireng. Untuk mengetahui seluk beluk budidaya beras hitam varietas Cempo Ireng, simak tulisan berikut.

Ditangan Kreatif, Daun Sirihpun Jadi Keripik

Bu Puji warga Sumberwatu, Sambirejo, Prambanan cukup jeli dalam memanfaatkan dauan tanaman sebagai bahan makanan. Aneka dedaunan yang biasanya hanya untuk sayur dan obat-obatan, ternyata dapat menjadi aneka keripik yang memiliki nilai eknomis yang tinggi.

Pendidikan Tinggi Elitis

JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan tinggi dirasakan semakin elitis bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu. Biaya kuliah yang semakin tinggi jadi hambatan utama bagi orang miskin untuk bisa duduk di bangku kuliah dan meraih gelar sarjana.

Kenyataan itu terlihat dari kajian disparitas angka partisipasi kasar (APK) berdasarkan latar belakang ekonomi siswa. Dengan melihat data sensus penduduk nasional tahun 2003-2008, disparitas APK perguruan tinggi antara siswa yang berasal dari keluarga kaya dan miskin sangat tinggi.

Akses orang termiskin duduk di jenjang perguruan tinggi di tahun 2008 baru mencapai 4,19 persen. Adapun akses orang terkaya sudah mencapai 32,4 persen.

“Pada tahun 1980-1990an orang miskin yang kuliah jumlahnya bisa di atas 10 persen. Berarti kondisi sekarang semakin memprihatinkan bagi orang yang tidak punya duit alias miskin,” kata Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, Minggu (12/9/2010).

Menurut Darmaningtyas, akses masuk ke bangku kuliah di kalangan siswa miskin semakin menurun drastis memasuki tahun 2000-an. Pasalnya, di masa itu perguruan tinggi negeri mulai membuka jalur-jalur masuk khusus, yang pada kenyataannya lebih mudah diakses siswa kaya.

Oleh karena itu, pendidikan tinggi sekarang, terutama PTN, mesti berbiaya murah. Untuk itu, pemerintah harus meningkatkan alokasi anggaran di pendidikan tinggi.

Selain itu, penerimaan mahasiswa mesti terbuka dan serentak. Jangan sampai ada hambatan teknologi buat siswa dari daerah terpencil dengan diberlakukannya sistem masuk online.

Mensos Beri Perhatian Pada KUBE Masyarakat Lereng Merapi

Menteri Sosial RI Salim Shegaf Al Jufri mengunjungi Shelter Gondang I Jumat 29 Juli 2011. Kunjungan ini membawa angin segar dan harapan bagi masyarakat, terutama penghuni shelter. Mensos memberi perhatian kepada masyarakat dengan berbagai bantuan untuk kelompok usaha bersama.

Dalam kesempatan tersebut Mensos menyatakan bahwa antara masyarakat dan pemerintah adalah satu keluiarga, makanya kalau masyarakat belum bekerja maka pemerintah akan memperhatikan. Dan Kemensos tidak ingin masyarakat menderita dan itu perlu perhatian, sementara kalau mereka belum mandiri akan tetap diperhatikan. Selanjunjutnya kalau merka sudah mandiri  maka bantuan akan diberikan pada yang lain, karena apa yang dimiliki pemerintah milik rakyat juga. Menyinggung Kelompok usaha bersama akan selalu diperhatikan , agar masyarakat dapat melakukan kegiatan secara kelompok, dengan harapan akan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Dengan adanya keberadaan KUB diharapkan kegiatan masyarakat/kelompok semakin maju yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan bertambahnya anggota dalam KUB merupakan bukti bahwa KUB tersebut berhasil  Bukti bahwa KUB tersebut berhasil bisa dilihat dengan bertambahnya jumlah anggota kelompok dan aset yang dimiliki dan efektifnya kegiatan anggota/kelompok.

Sedang bantuan dana untuk KUB selama tahun 2011 ini mencapai 10 – 12 ribu kelompok usaha bersama, dengan jumlah jiwa mencapai  125 sampai 150 ribu dan besarnya bantuan perkelompok mencapai 20 juta rupiah.  Sementara untuk Jadup pemerintah tetap akan memperhatikan bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut mensos juga berkenan meninjau kegiatan masyarakat dengan berbagai kegiatan antara lain budidaya Jamur, pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman produktif yang cepat menghasilkan seperti tanaman sayuran, juga kegiatan warung kelontong dan warung makan. Mensos  dalam kesempatan tersebut juga mengarahkan  agar masyarakat dapat memiliki kegiatan yang cepat menghasilkan pendapatan untuk hidup sehari-hari.

Bupati Bertarawih Bersama Anak Panti Asuhan

Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo Minggu, 31 Juli 2011, mengawali Tarawih Perdana di Rumah Dinas Bupati Sleman bersama sekitar 150 anak Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan pimpinan H. Murwadi. Panti Asuhan ini menurut H Murwadi memiliki 177 anak asuh yang tiap bulan Ramadhan mengadakan safari tarawih keliling ke berbagai tempat di mulai pukul 02.30 WIB. Dan bagi Pejabat Sleman tarawih ini sekaligus mengawali kegiatan safari tarawih keliling bagi pejabat pemkab Sleman. Safari tarawih sendiri, direncanakan akan diadakan di 17 kecamatan.

Bupati menyampaikan Bulan Ramadhan kali ini istimewa mengingat awal bulan jatuh pada 1 Agustus di mana Rakyat Indonesia juga sedang menyongsong Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Bagi Pejabat, kegiatan Safari Tarawih di 17 Kecamatan merupakan agenda rutin untuk mendekatkan pejabat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat. Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan pesan kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik sehingga dapat meningkatkan iman dan taqwa sementara bagi pejabat Sleman maupun jajaran aparatnya selama bulan puasa dapat meningkatkan kinerjanya.

Tausiah disampaikan oleh Drs. H. Arif Jufandi yang banyak menyampaikan pesan pamitannya karena 31 Juli merupakan akhir masa dinasnya dan memasuki masa pensiun. Dikatakan awal Ramadhan ini merupakan akhir masa tugasnya sebagai PNS yang telah menjabat sebagai Kepala Departemen Agama yang saat ini diganti Kantor Kementerian Agama Sleman selama 8 tahun. Dikatakan oleh Arif Jufandi, Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk introspeksi diri, menilai diri sendiri sehinga bisa menjadi modal untuk memperbaiki diri, dan modal sabar dan tawakal akan dapat mengatasi berbagai kesulitan karena suatu kesulitan akan diakhiri dengan kemudahan.